Skip to main content

Prakarya 9 P-1

Mata Pelajaran : Prakarya P-1
Kelas : IX(Sembilan)

Asslamualaikum wr wb. Pada hari ini sebagai awal pembelajaran mata pelajaran Prakarya silahkan download buku nya dulu ... :
https://drive.google.com/file/d/1xdi5rAX1bh9WMRqvgwFq9J5Xylkrc60G/view?usp=sharing
(Silahkan baca BAB I hal 1-5)

kemudian isi Absen dan kerjakan Tugas berikut ini :
https://forms.gle/uKMMa3kdurpFsYYa6

Guru mapel: 
Abdullah Mu'iz


BAB I
Kerajinan Bahan Keras



Kerajinan dihasilkan manusia untuk memenuhi kebutuhan keseharian, namun juga dapat digunakan sebagai kepentingan ritual. Namun tidak sedikit pula kerajinan yang diperuntukkan sebagai pelengkap interior. Jenis produk kerajinan yang tergolong karya pelengkap interior ini adalah semua benda yang sengaja dibuat sebagai bagian interior yang bermanfaat untuk menambah keindahan. Benda kerajinan jenis ini diperlakukan secara khusus menjadi benda yang sangat bernilai, diproduksi terbatas, dan bahkan memiliki kekhasan yang terlihat sebagai kearifan lokal. Pada kelompok masyarakat tertentu; seperti Bali, Sumbawa, Flores, Toraja, Batak, Dayak atau bahkan di beberapa kawasan di Jawa; perwujudan benda pelengkap ini merupakan kerajinan yang sangat unik dan memerlukan cara penggarapan tersendiri yang juga khas dari masing-masing daerah. 

Sifat kerajinan yang berfungsi untuk memenuhi kepentingan tertentu ini maka kerajinan dibuat secara sengaja guna melengkapi atau menghias sebuah ruang. Walaupun demikian, saat pembuatannya tidak terlepas dari norma yang berlaku sebagai kearifan lokal. Hal ini kita dapatkan hampir di seluruh wilayah Nusantara dengan jenis dan bentuk yang sangat beragam, begitu pula dengan aneka bahan yang disesuaikan dengan sumber daya alam dan buatan yang ada di setiap wilayah. 

Produk kerajinan sebagai pelengkap ini secara umum dapat kita kelompokkan berdasarkan kegunaannya, yakni untuk memperindah struktur bangunan, sebagai nilai tambah dari penampilan sebuah benda, merupakan pelengkap busana, dan sebagainya. Kerajinan pelengkap ini disebut juga sebagai kerajinan yang memiliki fungsi hias. Sedangkan kerajinan yang memiliki fungsi pakai adalah dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Keragaman jenis kerajinan bahan keras alam dan buatan terlihat melalui produk-produk yang tersebar di berbagai daerah perkotaan dan pelosok desa. Sebut saja jenis bahan keras kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca, dan sebagainya. Pasar lokal maupun impor telah mendominasi penggunaan bahan keras tersebut sebagai bahan kerajinan. Kehadirannya membangkitkan pesona, daya pikat dan keunggulan, terutama untuk konsumen yang mengejar keindahan nan klasik. Misalnya saja Jepara, wilayah ini banyak menghasilkan kerajinan ukir kayu. Dunia telah mengakui keunggulan ukiran Jepara sebagai mahakarya yang luar biasa indah dengan segala kerumitannya. 

Karakter dan ciri khas bahan keras masing-masing tercermin jelas dari corak dan bentuknya dengan budaya yang melatarbelakanginya. Hasil karya kerajinan terwujud dalam berbagai bentuk dan gaya,guna memenuhi berbagai kebutuhan jangka panjang seperti interior dan eksterior rumah, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan seharihari, bahkan hingga penampilan dan sebagainya. Budaya ini orisinal berasal dari nenek moyang yang demi kelestarian kearifan lokal bentuk dan gaya tetap dipertahankan, namun terkadang ada juga yang menyesuaikannya demi kepentingan kemajuan jaman. 

Pada kelas VIII telah dipelajari produk kerajinan yang terbuat dari bahan limbah keras organik dan anorganik. Apakah kamu telah mendapatkan pengalaman yang banyak mengenai kerajinan dari bahan limbah keras? Kali ini kita akan mengetahui lebih banyak mengenai bahan keras yang bukan berasal dari limbah. Tingkatkan wawasan dan pengetahuan berdasarkan sumber bacaan atau seringlah mengunjungi sentra kerajinan atau pameran kerajinan di daerah kamu tinggal, kamu akan mendapatkan lebih dari sekedar yang kamu inginkan. 

Pada kelas IX ini kamu akan mempelajari produk kerajinan bahan keras alam dan buatan. Bahan alam adalah bahan yang berasal dari kekayaan alam yang ada di daratan dan lautan. Bahan material alam untuk kerajinan ini merupakan sumber daya alam yang berasal dari hutan Indonesia. Sedangkan bahan material buatan yang bisa dimanfaatkan adalah kaleng dan kaca. Kaleng berasal dari besi tipis yang dilapisi oleh timah. Sedangkan kaca berasal dari pasir silika dan oksida serta material anorganik lainnya. 

Indonesia kaya akan budaya, benda-benda kerajinan sebagai hasil budaya daerah dapat menjadi alat untuk memperkenalkan keragaman budaya Nusantara. Daya tarik dari benda kerajinan setiap daerah ini memiliki corak dan bentuk yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas, sehingga kita dapat mengenal suatu daerah di tanah air melalui benda kerajinannya. Sebagai contoh bahwa produk kerajinan anyaman wilayah Cirebon berbeda dengan anyaman wilayah Kapuas, begitu juga dengan anyaman Bali atau pun Kudus. Perbedaan yang mendasar ini bukan pada teknik menenunnya melainkan berdasarkan warna dan corak/motifnya dimana semua itu menggambarkan kearifan lokal tiap wilayah.

Comments